Ketika Mahasiswa Berani Bermimpi Digital “Perjalanan Menuju Google Student Ambassador 2026”

Saya Hadi Auliya Asalam, mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Madani Yogyakarta asal Indramayu, Jawa Barat. Saat ini, saya juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa PAI di STIT Madani Yogyakarta Sejujurnya, pada awalnya saya merasakan adanya “jarak” antara dunia perkuliahan yang saya jalani dengan pesatnya perkembangan teknologi. Terlebih, latar belakang kampus saya yang berbasis pesantren membuat sebagian mahasiswa khususnya alumni pondok masih merasa canggung, bahkan tabu, terhadap dunia digital. Namun, justru dari situlah saya menemukan titik balik. Saya merasa terpanggil bahwa mahasiswa PAI tidak boleh tertinggal dalam perkembangan teknologi.

Dengan tekad tersebut, saya memberanikan diri mengikuti rekrutmen Google Student Ambassador (GSA) 2026 yang informasinya saya peroleh dari Instagram. Perjalanannya tentu tidak mudah. Saya berusaha mencari lingkungan yang memiliki semangat tinggi dalam pengembangan diri di bidang teknologi, mengikuti berbagai tantangan dari Google Indonesia, hingga akhirnya berhasil melewati tahap wawancara.

Bagi saya, Google Student Ambassador (GSA) bukan sekadar ajang prestise. Saya menyadari bahwa perjalanan belajar saya masih panjang. Namun, saya memiliki mimpi besar: tidak hanya untuk mengembangkan diri, tetapi juga untuk membawa dampak bagi lingkungan sekitar. Saya ingin teman-teman terdekat, bahkan seluruh mahasiswa STIT Madani Yogyakarta, dapat merasakan manfaat kemajuan teknologi dan memanfaatkannya secara bijak dalam dunia pendidikan.

Harapan saya sederhana, semoga langkah kecil ini dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa di kampus untuk semakin melek digital. Kita tetap menjaga nilai-nilai tradisi pesantren, namun di saat yang sama, kita juga mampu memimpin dalam inovasi teknologi.

Content Writer: Widyaningtyas Kusuma Wardani, M.Pd