STITMA Yogyakarta Hadiri Munas PPPAI Indonesia & AICIRE 2026 di Bandung, Dorong Transformasi Pendidikan Agama Islam Berdaya Saing Global

BANDUNG (15/07/2026) — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani (STITMA) Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik dan memperluas jejaring internasional dengan berpartisipasi aktif dalam Musyawarah Nasional PPPAI – Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) 2026. Sesi ini menghadirkan para akademisi, peneliti, dan pengelola program studi PAI dari berbagai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri tersebut diselenggarakan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat.

Mengusung tema besar “Transforming Islamic Religious Education for National Quality and Global Competitiveness”, konferensi tahun ini berfokus pada perumusan arah baru Pendidikan Agama Islam agar mampu merespons tantangan zaman, digitalisasi, serta kompetisi global tanpa mengabaikan akar nilai keislaman dan kebangsaan. Berbagai isu strategis yang dibahas meliputi transformasi kurikulum, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, internasionalisasi pendidikan tinggi, peningkatan kualitas riset, serta penguatan kolaborasi akademik lintas negara. Perkuat Daya Saing dan Mutu Akademik STITMA

Kehadiran delegasi STITMA Yogyakarta dalam forum strategis ini menjadi langkah nyata lembaga dalam menyelaraskan kurikulum dan tata kelola program studi dengan standar mutu nasional maupun internasional. “Keikutsertaan STITMA Yogyakarta dalam AICIRE dan Munas PPPAI 2026 ini bukan sekadar menghadiri agenda tahunan, melainkan komitmen nyata kami untuk membawa atmosfer akademik yang transformatif ke kampus. Kita ingin memastikan bahwa lulusan PAI STITMA memiliki kedalaman ilmu, keunggulan karakter, serta daya saing tinggi di tingkat global,” Ujar Ustadz Eko Ngabdul Sadikin, M.Pd selaku sekprodi PAI STITMA Yogyakarta.

AICIRE 2026 dan Kontribusi pengembangan Prodi

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pleno internasional yang menghadirkan pembicara kunci (keynote speakers) dari berbagai negara untuk mendiskusikan inovasi metodologi pembelajaran PAI berbasis teknologi digital, internasionalisasi pendidikan tinggi, hingga akselerasi riset bereputasi.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional PPPAI Indonesia yang menghasilkan beberapa poin penting, antara lain; Penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah bertaraf internasional, Integrasi kurikulum yang adaptif serta perluasan kerja sama akademik dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di tingkat global.

Melalui partisipasi dalam AICIRE 2026, STITMA Yogyakarta juga memanfaatkan momentum ini untuk menjalin jejaring kerja sama (networking) dan penjajakan kolaborasi akademik dengan berbagai program studi PAI dari kampus mitra. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang pertukaran dosen, kolaborasi riset, serta pengabdian masyarakat berskala internasional di masa mendatang.

Penulis : Putri QA., Lc., MH