YOGYAKARTA – Dalam upaya memperluas wawasan akademik serta memperkuat landasan integrasi keilmuan Islam dan sains modern, perwakilan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani (STITMA) Yogyakarta menghadiri acara Workshop Nasional “Islam Sebagai Ilmu” pada Senin (13/7/2026).
Kegiatan berlokasi di Ruang 404, Lantai 4 Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) ini diselenggarakan oleh Program Studi Perekonomian Islam dan Industri Halal (PIIH) Program Pascasarjana UGM. Workshop mengusung tema utama “Membangun Fondasi Baru Ilmu Pengetahuan Indonesia: Paradigma Baru Pengembangan Ilmu Berbasis Integrasi Nilai, Akal, dan Realitas”.

Workshop nasional yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB ini menghadirkan narasumber dan pakar di bidangnya, antara lain Prof. Indra Bastian, MBA., Ph.D., CA., CMA., Mediator dan Dr. H. Yulianto P. Winarno, MM., M.Si., serta didampingi oleh Dr. Wuri Suhasti, MM.
Para narasumber mengupas lima pilar materi utama.Materi pertama mengenai alasan krusial mengapa Indonesia memerlukan paradigma baru dalam Islamisasi pengetahuan, para peserta kemudian diajak mendalami Islam Sebagai Ilmu (ISI) sebagai kerangka baru pengembangan keilmuan berbasis integrasi.

STITMA Yogyakarta yang diwakili oleh ustadz Dr. Suhartono, MSI dan Ustadz Dr. Syaiful Anam, M.Pd, M.Pd.I. Ustadz Dr. Syaiful Anam, M.Pd., M.Pd.I menilai bahwa forum ilmiah ini merupakan langkah strategis untuk mengembangan keilmuwan islam dan epistemologi ilmu berbasis integrasi nilai, akal, dan realitas. Konsep “Islam Sebagai Ilmu” ini diharapkan dapat diinternalisasikan ke dalam pengembangan kurikulum, riset, serta pengabdian masyarakat di lingkungan kampus STITMA Yogyakarta.
Melalui keikutsertaan ini, STITMA Yogyakarta terus berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang responsif terhadap tantangan zaman, berlandaskan nilai-nilai keadilan sosial, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Editor : Putri QA., Lc., MH


