SDIT KAIFA, Ciomas, Kabupaten Bogor – Pendidikan karakter tidak hanya dibangun melalui materi pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui kebiasaan baik yang diterapkan dalam keseharian sekolah. Salah satunya terlihat dalam pembiasaan salat Duha di SDIT Kaifa, yang menjadi bagian dari kegiatan rutin peserta didik setiap hari sekolah.
Praktik pendidikan karakter tersebut diamati secara langsung oleh Nuro Azlina Puadi, mahasiswa Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) STIT Madani Yogyakarta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran tentang bagaimana nilai-nilai religius ditanamkan melalui aktivitas sederhana yang dilaksanakan secara konsisten di lingkungan sekolah.

Salat Duha Menjadi Bagian dari Rutinitas Sekolah
Di SDIT Kaifa, salat Duha dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Jumat dengan jadwal yang menyesuaikan agenda sekolah. Pada Senin, Selasa, dan Kamis, kegiatan berlangsung pukul 09.30. Sementara itu, pada Rabu dan Jumat, salat Duha dilaksanakan sebelum pembelajaran dimulai.
Seluruh guru turut mendampingi peserta didik selama pelaksanaan ibadah. Keterlibatan guru ini memperlihatkan bahwa pembiasaan nilai religius tidak hanya disampaikan melalui nasihat atau materi pelajaran, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan nyata dalam kehidupan sekolah.
Konsistensi pelaksanaan salat Duha menjadi salah satu bentuk pengenalan ibadah sunah kepada peserta didik sejak usia dini. Melalui rutinitas tersebut, sekolah memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai keagamaan dalam keseharian mereka.

Belajar Pendidikan Karakter dari Praktik Nyata
Bagi mahasiswa PLP, pengamatan terhadap pembiasaan salat Duha menjadi bagian dari pengalaman mengenal praktik pendidikan secara langsung. Mahasiswa tidak hanya mempelajari proses pembelajaran di kelas, tetapi juga mengamati berbagai kegiatan sekolah yang mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa pendidikan karakter melibatkan berbagai unsur, mulai dari program sekolah, keteladanan guru, hingga rutinitas yang dijalankan bersama. Lingkungan sekolah menjadi ruang pembelajaran yang memungkinkan nilai-nilai pendidikan diterapkan melalui pengalaman nyata.
Melalui kegiatan PLP, mahasiswa STIT Madani Yogyakarta berkesempatan mengenali bagaimana praktik pendidikan berlangsung dalam keseharian sekolah. Pengamatan tersebut menjadi bekal untuk memahami peran pendidik yang tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga mendampingi perkembangan karakter peserta didik.

Membiasakan Kebaikan Sejak Dini
Pembiasaan salat Duha di SDIT Kaifa menunjukkan bahwa penanaman karakter religius dapat dimulai melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan. Dengan pendampingan guru dan dukungan lingkungan sekolah, peserta didik memperoleh kesempatan untuk membangun kedekatan dengan praktik ibadah sejak dini.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter tidak terbentuk secara instan. Nilai-nilai religius perlu dikenalkan, dicontohkan, dan dibiasakan agar semakin melekat dalam kehidupan peserta didik.
Bagi mahasiswa PLP STIT Madani Yogyakarta, pengalaman mengamati praktik pendidikan karakter di SDIT Kaifa menjadi bagian penting dalam memahami pendidikan secara lebih utuh. Pembelajaran tidak berhenti pada teori di bangku kuliah, tetapi berlanjut melalui pengamatan terhadap praktik nyata di lingkungan sekolah.
Penulis: Nuro Azlina Puadi (NIM 231.371.351)
DPL Dr. Syaiful Anam, S.Pd., M.Pd., M.Pd.I
Editor: Rizkyana Wahyu Laras Pertiwi, S.Ag., M.Pd.


