BANTUL – Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal dunia pendidikan secara langsung sekaligus mengambil bagian dalam berbagai kegiatan pembelajaran di sekolah. Pengalaman tersebut dijalani tujuh mahasiswa PLP Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta (STITMA) saat terlibat dalam kegiatan praktik manasik haji dan umrah siswa kelas IX MTs Negeri 7 Bantul, Senin (19/10/2026).
Bertempat di Pusdiklat Haji Umroh ‘Aisyiyah, Daerah Istimewa Yogyakarta, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa dalam memahami tahapan ibadah haji dan umrah. Mahasiswa PLP turut mendukung kelancaran kegiatan melalui keterlibatan dalam persiapan teknis dan pendampingan siswa selama praktik berlangsung.

Terlibat Sejak Persiapan hingga Pelaksanaan
Keterlibatan mahasiswa PLP dimulai sebelum kegiatan dilaksanakan. Mereka membantu menyiapkan kebutuhan teknis, termasuk co-card peserta dan membantu siswa mengenakan pakaian ihram. Persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan kegiatan agar berjalan tertib dan lancar.
Kegiatan diawali dengan penyambutan dan sambutan Kepala MTs Negeri 7 Bantul, Hidayat, S.Ag., M.A. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya praktik manasik sebagai sarana bagi siswa untuk memahami tata cara ibadah secara lebih konkret, tidak hanya melalui pembelajaran teoretis di kelas.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa PLP turut mendampingi dan mengarahkan siswa dalam mengikuti setiap tahapan simulasi manasik. Rangkaian praktik meliputi wukuf di Arafah, menuju Mina, tawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Safa dan Marwah, melontar jumrah, hingga tahalul.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa membantu siswa mengikuti urutan kegiatan sekaligus mendukung terciptanya suasana pembelajaran yang terarah. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa pengalaman PLP tidak hanya berlangsung melalui pengamatan proses pembelajaran, tetapi juga melalui partisipasi dalam kegiatan pendidikan di lingkungan madrasah.

Menghubungkan Pembelajaran dengan Praktik Nyata
Praktik manasik haji dan umrah menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menghubungkan materi keagamaan dengan pengalaman langsung. Siswa memperoleh kesempatan untuk mengenali tahapan ibadah melalui simulasi, sehingga pemahaman yang diperoleh di kelas dapat diperkuat melalui praktik.
Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk mempelajari urutan pelaksanaan manasik secara lebih sistematis. Dengan mengikuti setiap tahapan, siswa diharapkan mampu memahami gambaran pelaksanaan ibadah haji dan umrah secara lebih menyeluruh.
Pendampingan selama praktik turut mendukung proses belajar siswa di lapangan. Dalam konteks ini, kegiatan manasik tidak hanya menjadi agenda di luar kelas, tetapi juga bagian dari pengalaman pendidikan yang membantu siswa memahami materi melalui keterlibatan langsung.

Mengasah Kompetensi Calon Pendidik
Bagi tujuh mahasiswa PLP STITMA Yogyakarta, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan. Mahasiswa belajar membangun komunikasi dengan siswa, berkoordinasi dengan pihak madrasah, membantu mengelola peserta, serta memberikan arahan selama kegiatan berlangsung.
Pengalaman tersebut memperluas pemahaman mahasiswa mengenai peran pendidik. Proses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi, tetapi juga mencakup pendampingan, pengelolaan kegiatan, dan penciptaan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.
Melalui kegiatan PLP, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan keterampilan kependidikan dalam situasi nyata sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan dan dinamika lingkungan sekolah.

PLP sebagai Ruang Belajar dan Berkontribusi
Keterlibatan mahasiswa dalam praktik manasik haji dan umrah menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa PLP STITMA Yogyakarta dalam mendukung kegiatan pendidikan di MTs Negeri 7 Bantul. Kolaborasi dengan pihak madrasah memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung.
Bagi siswa, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai tata cara ibadah haji dan umrah. Sementara itu, bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berkoordinasi, dan mendampingi peserta didik dalam proses pembelajaran.
Melalui pengalaman lapangan seperti ini, PLP menjadi lebih dari sekadar pemenuhan praktik akademik. PLP menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari lingkungan pendidikan, mengambil peran sesuai tanggung jawabnya, dan mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik yang siap menghadapi dinamika pembelajaran di sekolah.
Penulis: Ahmad Sadewa (PAI)
Editor: Rizkyana Wahyu Laras Pertiwi, S.Ag., M.Pd.
Mahasiswa PLP:
1. Gigih Hadi Nugroho Sa’id
2. Ahmad Sadewa
3. Malik Amrullah
4. Aufaditama Rytya Putra
5. Dedi Saputra
6. Muhammad Yazid Rasyad
7. Abdulloh Mubarak Al-Atsry
DPL :
Dr. Agustiar, M.H
Amrin Mustofa, S. Ud., M.H.
M. Husni Arsyad S. Hum., M. Pd.


