Dorong Pendidikan Inklusi di Madrasah, STITMA Yogyakarta dan 8 Perguruan Tinggi Gelar PkM Internasional Bersama DepEd Filipina di MTs NU 07 PATEBON

Kendal, 27 Oktober 2026 — Komitmen STITMA Yogyakarta dalam menggaungkan konsep pendidikan inklusi terus diwujudkan secara nyata di lapangan. Bersama konsorsium 8 perguruan tinggi mitra, STITMA Yogyakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional bertema “Pendidikan Inklusi” yang dipusatkan di MTs NU 07 Patebon, Kendal.

Kegiatan kolaboratif lintas kampus dan lintas negara ini menghadirkan dua pakar edukasi dari Department of Education (DepEd) Division of Benguet, Filipina, yaitu Carmel F. Meris dan Lorna M. Yaco, PhD. Kehadiran narasumber internasional tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan serta strategi praktis mengenai penerapan pendidikan inklusif yang adil, ramah, dan merangkul seluruh kebutuhan peserta didik di lingkungan madrasah.

Sepanjang sesi pendampingan, para guru dan siswa MTs NU 07 Patebon antusias berdiskusi mengenai pentingnya membangun rasa empati serta menciptakan suasana belajar yang suportif tanpa diskriminasi. Kolaborasi 9 perguruan tinggi ini menjadi wadah pertukaran gagasan yang berharga dalam memperkuat sistem manajemen sekolah yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan modern.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang jalannya forum diskusi interaktif yang membahas isu-isu krusial seputar tantangan serta peluang pendidikan inklusif masa kini. Kehadiran para praktisi dari luar negeri ini memberikan sudut pandang baru yang segar dan inspiratif bagi para pendidik maupun siswa yang hadir di lokasi.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cenderamata, penandatanganan MoU dan MoA serta sesi foto bersama seluruh tim PkM dan pihak sekolah. Ke depan, STITMA Yogyakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program kemitraan global yang bermanfaat luas bagi dunia pendidikan Indonesia.