Kendal — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta (STITMA Yogyakarta) menjalin kerja sama internasional dengan Department of Education, Division of Benguet, Filipina, melalui rangkaian kegiatan akademik yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK Kendal) pada 26–27 Oktober 2026, bertepatan dengan 15–16 Jumadilawal 1448 H.
Kegiatan ini meliputi penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), seminar internasional bertajuk Public Theology in the Philippines and Indonesia, serta program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada pendidikan inklusi. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dari Indonesia dan Filipina untuk memperkuat hubungan kelembagaan serta mengembangkan program pendidikan yang berdampak bagi masyarakat.

STITMA Yogyakarta diwakili oleh Dr. Adi Haironi, M.Pd.I. dari Bagian Kerja Sama. Dalam kesempatan tersebut, STITMA turut menandatangani nota kesepahaman dengan Department of Education, Division of Benguet, Filipina, serta dua sekolah mitra, yaitu SMA NU 05 Brangsong dan MTs NU 07 Patebon. Kerja sama dengan kedua sekolah tersebut diarahkan pada pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), khususnya dalam pengembangan pendidikan inklusi dan penguatan kontribusi perguruan tinggi terhadap lembaga pendidikan.
Selain agenda penandatanganan kerja sama, Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STITMA Yogyakarta, Zulkifli Hayad, M.Pd., turut menjadi salah satu pembicara (speaker) dalam seminar internasional Public Theology in the Philippines and Indonesia. Forum ilmiah ini menjadi ruang pertukaran gagasan dan perspektif mengenai peran teologi publik dalam kehidupan masyarakat serta hubungannya dengan pengembangan pendidikan dan nilai-nilai kemanusiaan.

Adapun program PkM tentang pendidikan inklusi dilaksanakan di SMA NU 05 Brangsong dan MTs NU 07 Patebon. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memperluas wawasan dan mendorong penguatan praktik pendidikan yang memberikan kesempatan belajar secara adil dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
Melalui kerja sama internasional tersebut, STITMA Yogyakarta berupaya memperluas jejaring kemitraan lintas negara sekaligus membuka peluang pengembangan program bersama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarlembaga dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen STITMA Yogyakarta untuk meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi melalui kemitraan strategis, kolaborasi akademik, dan pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan terjalinnya kerja sama bersama Department of Education, Division of Benguet, Filipina, serta sekolah mitra, STITMA Yogyakarta berharap dapat menghadirkan program kolaboratif yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan di tingkat nasional maupun internasional.


