Kendal, 27 Oktober 2026 — Langkah nyata STITMA Yogyakarta dalam memperluas wawasan akademis peserta didik di tingkat sekolah menengah terus bergulir. Bekerja sama dengan 8 perguruan tinggi mitra dan Department of Education (DepEd) Division of Benguet, Filipina, STITMA Yogyakarta sukses menggelar aksi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional di SMA NU 05 Brangsong, Kendal.

Program PkM kolaboratif ini difokuskan pada pengembangan wawasan global serta penguatan konsep pendidikan inklusif yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui sesi sharing bersama narasumber ahli asal Filipina, Carmel F. Meris dan Lorna M. Yaco, PhD, para siswa dan dewan guru diajak memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang suportif, ramah, dan menghargai keberagaman.
Kehadiran konsorsium 9 perguruan tinggi ini menjadi momentum penting bagi SMA NU 05 Brangsong untuk meningkatkan mutu tata kelola pendidikan dan pembelajaran di kelas. Diskusi interaktif antara pemateri internasional dengan para tenaga pendidik memberikan gambaran konkret mengenai penerapan best practices pendidikan internasional yang dapat diadaptasi secara lokal.
Antusiasme para siswa dan guru tampak membuncah selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi tanya jawab mengenai tantangan pendidikan di era modern. Sudut pandang internasional yang dipaparkan oleh para narasumber memberikan motivasi baru bagi seluruh civitas akademika SMA NU 05 Brangsong untuk terus berkembang dan percaya diri menghadapi persaingan global.

Rangkaian kegiatan PkM Internasional ini diakhiri dengan prosesi penandatanganan MoU dan MoA, penyerahan cenderamata kenang-kenangan, serta foto bersama seluruh delegasi kampus dan keluarga besar sekolah. Melalui terobosan ini, STITMA Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus menginisiasi program pengabdian masyarakat yang berdampak luas dan berkelanjutan.


