Bantul, 4 November 2026 – Kesadaran terhadap pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat perlu ditanamkan di lingkungan pendidikan. Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bahaya kebakaran, sebanyak 19 mahasiswi Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Semester VII Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani (STITMA) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Edukasi dan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran di Madrasah Aliyah Islamic Centre Bin Baz (MA ICBB) Yogyakarta, Rabu (4/11/2026).
Mengusung tema “Siaga Api, Selamatkan Diri: Membangun Kesiapsiagaan Kebakaran di Lingkungan Madrasah”, kegiatan ini menghadirkan lima petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bantul sebagai pemateri sekaligus instruktur dalam demonstrasi dan praktik pemadaman api. Para santriwati MA ICBB mengikuti kegiatan ini untuk memperoleh pemahaman mengenai penyebab kebakaran, langkah-langkah pencegahan, serta tindakan awal yang perlu dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat.
Kegiatan diawali dengan perkenalan antara petugas Damkar Kabupaten Bantul dan para santriwati. Selanjutnya, peserta diarahkan menuju aula untuk mengikuti pengondisian dan pengantar kegiatan sebelum berpindah ke lapangan madrasah. Di lokasi tersebut, petugas Damkar memberikan edukasi melalui demonstrasi langsung agar peserta dapat memahami penanganan kebakaran secara lebih konkret dan mudah dipahami.

Belajar Mengenali Bahaya dan Cara Menangani Kebakaran
Pada sesi demonstrasi, lima petugas Damkar secara bergantian memperagakan beberapa kondisi kebakaran beserta langkah penanganan awalnya. Demonstrasi diawali dengan penanganan kebakaran yang melibatkan kobaran api cukup besar. Petugas kemudian memperlihatkan cara menghadapi kebakaran yang berkaitan dengan penggunaan gas LPG dan kompor, yang merupakan salah satu potensi sumber kebakaran dalam aktivitas sehari-hari.
Tidak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan beberapa media pemadaman, seperti air dan kain basah, sesuai dengan karakteristik serta kondisi api yang diperagakan. Melalui penjelasan dan peragaan tersebut, santriwati memperoleh gambaran bahwa setiap jenis kebakaran memerlukan penanganan yang tepat. Penggunaan media pemadaman tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena harus mempertimbangkan sumber dan karakteristik kebakaran.
Penyampaian materi yang disertai demonstrasi membuat suasana kegiatan menjadi lebih interaktif. Para santriwati tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dapat mengamati secara langsung bagaimana petugas profesional menangani situasi kebakaran. Dengan demikian, pengetahuan mengenai keselamatan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga diperoleh melalui pengalaman visual yang lebih nyata.

Santriwati Praktik Pemadaman Api Secara Langsung
Setelah sesi demonstrasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemadaman api yang melibatkan para santriwati. Petugas Damkar memberikan kesempatan kepada peserta yang bersedia untuk mencoba mempraktikkan teknik pemadaman api secara langsung dengan arahan dan pengawasan petugas.
Secara bergantian, santriwati mengikuti praktik tersebut untuk mengenal lebih dekat prosedur penanganan kebakaran. Kesempatan ini memberikan pengalaman berbeda karena peserta tidak hanya melihat bagaimana api dipadamkan, tetapi juga mencoba melakukan langkah-langkah pemadaman sesuai instruksi yang diberikan oleh petugas.
Melalui sesi praktik ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya bersikap tenang, tanggap, dan tidak panik ketika menghadapi keadaan darurat. Petugas juga memberikan pemahaman bahwa keselamatan diri harus menjadi prioritas utama. Apabila api telah membesar atau tidak dapat dikendalikan, tindakan yang tepat adalah segera menjauh dari sumber bahaya, melakukan evakuasi ke tempat aman, dan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Pengalaman praktik tersebut menjadi bagian penting dari edukasi kesiapsiagaan karena kemampuan mengenali risiko dan mengetahui tindakan yang tepat dapat membantu mengurangi kepanikan ketika menghadapi situasi darurat.

Kolaborasi Mahasiswi PLP dalam Mewujudkan Program Edukatif
Terselenggaranya kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama 19 mahasiswi PLP STITMA Yogyakarta yang bertugas di MA Islamic Centre Bin Baz. Seluruh mahasiswi terlibat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan melalui pembagian tugas dan tanggung jawab sesuai dengan bidang kepanitiaan masing-masing.
Berbagai tugas tersebut mencakup koordinasi kegiatan, administrasi, pembawa acara (MC), konsumsi, perlengkapan, dokumentasi, hingga desain dan publikasi. Pembagian tanggung jawab ini menjadi bagian dari upaya membangun kerja sama tim sekaligus memastikan setiap rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan tertib dan lancar.
Bagi mahasiswi PLP, penyelenggaraan kegiatan ini bukan sekadar pelaksanaan program kerja di sekolah, melainkan juga menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan dalam mengelola kegiatan pendidikan di luar pembelajaran formal. Pengalaman tersebut memberikan pembelajaran mengenai pentingnya komunikasi, koordinasi, kepemimpinan, inisiatif, dan tanggung jawab dalam menjalankan sebuah program.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa peran calon pendidik tidak hanya terbatas pada kegiatan belajar mengajar di ruang kelas. Mahasiswa juga diharapkan mampu berkontribusi dalam berbagai kegiatan edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekolah, termasuk dalam membangun kesadaran mengenai kesehatan, keselamatan, dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.

Membangun Budaya Sadar Keselamatan di Lingkungan Madrasah
Melalui kegiatan Edukasi dan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran ini, para santriwati diharapkan memiliki pengetahuan dan kesadaran yang lebih baik mengenai bahaya kebakaran serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menghadapinya. Edukasi semacam ini penting agar seluruh warga madrasah tidak hanya memahami potensi bahaya, tetapi juga memiliki kesiapan dalam melindungi diri dan membantu orang lain sesuai kemampuan dan kondisi yang aman.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana perlu dibangun melalui edukasi dan latihan secara berkelanjutan. Pengetahuan mengenai pencegahan, pengenalan sumber bahaya, prosedur evakuasi, serta tindakan awal ketika terjadi kebakaran merupakan bekal penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman.
Mahasiswi PLP STITMA Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak MA Islamic Centre Bin Baz Yogyakarta, lima petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantul, seluruh santriwati, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dan berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Jazakumullahu khairan wa ahsanal jazaa atas kerja sama dan partisipasi yang diberikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat siaga api, selamatkan diri tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi tumbuh menjadi kesadaran bersama dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, kesiapsiagaan bukan hanya tentang mengetahui cara memadamkan api, melainkan juga tentang kemampuan mengenali bahaya, mengambil keputusan yang tepat, dan mengutamakan keselamatan diri serta orang-orang di sekitar.

Penulis: Zahwa Annajah – PAI VII (231.371.517)
Editor: Rizkyana Wahyu Laras Pertiwi, S.Ag., M.Pd.
DPL: Roidah Lina Lc. M.M dan Tamara Ayumagita M.Pd
Mahasiswi PLP:
Pendidikan Agama Islam (PAI)
Khairinnisa Zahrawani 231.371.210
Refarika Farhan 231.371.221
Zahwa Annajah 231.371.517
Durratul Lutfia Qaidah 31.371.504
Septiani 231.371.510
Ine Rahmawati 231.371.207
Tesa Febrina 231.371.514
Intan Azlina 231.371.508
Yesi 231.371.230
Diah Darmawati 231.371.503
Sufianah 231.371.513
Harlina 231.371.507
Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
Nisaul Khairani Nabila 231.371.210
Dola Chintia Wisda 231.372.503
Maa’al Lahfah Salsabila 231.372.505
Olivia Ardhya Hamidatuzzahra 231.372.508
Salsabila Alfayruzi Pasaribu 231.372.218
Naswa Zaini Ihsan 231.372.213
Ika Nur Khasanah 231.372.204


