Bantul, 27 Oktober 2026 – Kepedulian terhadap kesehatan psikologis menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Hal ini tercermin dalam kegiatan Fasilitasi Pelaksanaan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di Sekolah yang diselenggarakan oleh Salafiyah Wustho Islamic Centre Bin Baz (ICBB) Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Aisyah pada Selasa (27/10/2026) ini diikuti oleh para santriwati dan mendapat dukungan dari mahasiswi Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani (STITMA) Yogyakarta.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Ibu Zenita Avisena, S.Kep., Ners. dan Ibu Nurhalifah. Keduanya memberikan pemahaman kepada para santriwati mengenai pentingnya mengenali kondisi psikologis, memahami respons emosional, serta membangun kepedulian terhadap orang-orang di sekitar yang mungkin sedang mengalami tekanan emosional.
Materi yang disampaikan juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman secara psikologis. Para santriwati diajak untuk lebih peka terhadap kondisi diri sendiri maupun orang lain, memahami bahwa setiap individu memiliki pengalaman dan perasaan yang berbeda, serta menyadari bahwa sikap dan perkataan dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi psikologis seseorang.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah bullying atau perundungan. Perilaku yang terkadang dianggap sebagai candaan, seperti mengejek, menghina, mengucilkan, maupun merendahkan orang lain, dapat meninggalkan luka psikologis apabila dilakukan secara berulang. Melalui edukasi ini, santriwati diajak untuk memahami bahwa sesuatu yang dianggap lucu oleh seseorang belum tentu menyenangkan bagi orang lain.
Luka yang Tidak Terlihat, Bukan Berarti Tidak Ada
Pesan penting yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah bahwa tidak semua luka dapat terlihat secara fisik. Seseorang mungkin tetap tersenyum, beraktivitas seperti biasa, dan terlihat baik-baik saja, tetapi sebenarnya sedang menyimpan kesedihan atau tekanan akibat perlakuan orang lain. Oleh karena itu, kepedulian terhadap kesehatan psikologis perlu dibangun melalui kebiasaan saling menghargai, menjaga perkataan, dan memperhatikan kondisi orang-orang di sekitar.
Para santriwati juga diajak memahami bahwa memberikan pertolongan pertama pada luka psikologis tidak selalu harus melalui tindakan besar. Kesediaan untuk mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan perhatian, menunjukkan empati, serta mendampingi seseorang untuk memperoleh bantuan yang tepat merupakan bentuk dukungan awal yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pemahaman tersebut, kegiatan P3LP diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan kepada santriwati, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk tidak menormalisasi perilaku perundungan. Setiap individu memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan diterima di lingkungan tempat mereka belajar maupun berinteraksi.

Mahasiswi PLP Turut Mendukung Kelancaran Kegiatan
Selain memberikan edukasi kepada santriwati, kegiatan ini juga menjadi ruang kontribusi bagi mahasiswi PLP STITMA Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswi PLP mendapatkan amanah untuk membantu pengelolaan kegiatan, mulai dari tahap persiapan, menjadi pembawa acara (MC), mengondisikan peserta, hingga mendampingi santriwati selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepercayaan yang diberikan oleh pihak sekolah kepada mahasiswi PLP untuk mengambil bagian dalam aktivitas pendidikan di lingkungan lembaga. Melalui tanggung jawab yang diberikan, mahasiswi tidak hanya belajar mengamati proses pendidikan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mendukung pelaksanaan kegiatan sekolah.
Pengalaman ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan oleh calon pendidik, seperti kemampuan berkomunikasi, mengelola kegiatan, membangun koordinasi, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diamanahkan. Keterlibatan dalam kegiatan di luar pembelajaran formal juga memberikan gambaran bahwa peran pendidik tidak terbatas pada penyampaian materi di ruang kelas, tetapi turut mencakup pembentukan karakter dan penciptaan lingkungan pendidikan yang positif.

Membangun Lingkungan Pendidikan yang Aman dan Peduli
Kegiatan P3LP menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga dengan perhatian terhadap kondisi psikologis dan perkembangan sosial peserta didik. Lingkungan pendidikan yang baik perlu memberikan ruang bagi setiap individu untuk belajar, berkembang, menyampaikan perasaan, serta berinteraksi tanpa rasa takut akan direndahkan atau disakiti.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santriwati Salafiyah Wustho ICBB Yogyakarta semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan psikologis, mengembangkan empati, serta berperan aktif dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Kesadaran tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui perilaku sederhana, seperti menjaga lisan, menghargai perbedaan, tidak merendahkan orang lain, dan bersedia memberikan dukungan kepada teman yang membutuhkan.
Bagi mahasiswi PLP STITMA, pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga dalam memahami tanggung jawab calon pendidik secara lebih luas. Tidak hanya berkontribusi dalam kegiatan pembelajaran, tetapi juga turut mengambil bagian dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
Sebab, setiap orang mungkin memiliki luka yang tidak terlihat oleh orang lain. Maka, sudah sepatutnya setiap individu belajar untuk lebih peduli, menjaga perkataan, dan memperlakukan sesama dengan penuh penghargaan. Jangan menjadi alasan seseorang terluka, jadilah bagian dari alasan seseorang kembali merasa berharga.
Penulis: Naszwa Dafina Huriyah:
Editor: Rizkyana Wahyu Laras Pertiwi, S.Ag., M.Pd.
DPL: Qiyadah Robbaniyah, M.Pd. & Putri Qurrota A’yun, M.H.
Mahasiswi PLP:
- Naszwa Dafina Huriyah: 231.371.216
- Latifa Sahrie Ayuni: 231.371.211
- Ammaturokhim Hasna: 231.372.201
- Nur Lailiyah Ramadhani: 231.371.218
- Firda Rizky Amalia:231.371.206
- Suci Auliah: 231.371.227


